Sejarah Terbentuknya Banjar Purna Widya
Kelahiran organisasi Banjar Purna Widya berawal dari kebutuhan mendasar bagi warga negara Indonesia pada umumnya dan umat Hindu khususnya yang berdomisili di wilayah Kelapadua, desa Tugu, termasuk anggota Polri (Brimob) yang beragama Hindu di Ksatrian Brimob Amji Atak Kelapadua yaitu permohonan kuburan berikut tempat sembahyang. Maka umat Hindu yang ada di wilayah Kelapadua Hankam dan Sekitarnya telah membentuk Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Tempek Kesatuan Amji Atak Hankam dan Sekitarnya pada 1 Juni 1980. Lokasi kuburan dan tempat sembahyang dimaksud terletak di Jalan Akses UI No. 74 Kelapadua Desa Tugu Cimanggis Depok (dahulu Bogor). Mengingat umat Hindu yang menggunakan kuburan dan tempat sembahyang tersebut meliputi juga umat Hindu yang ada di wilayah Cibubur, Munjul dan Ciracas serta mengingat Banjar terdekat saat itu adalah Banjar Jakarta Timur, maka pada pertengahan tahun 1982 nama Tempek Kesatuan Amji Atak Hankam dan Sekitarnya dirubah menjadi Tempek Cibubur Kelapa Dua dan Sekitarnya yang bernaung dibawah Banjar Jakarta Timur. Saat itu, Tempek Cibubur Kelapa Dua dan Sekitarnya terdiri dari Sub Tempek : Cibubur, Kelapadua, Munjul, Pondok Duta dan Ciracas yang mengempon Pura Prajapati Purna Pralina Korps Brimob Polri Kelapadua Depok;
Pada tanggal 22 Januari 1995 berdasarkan Surat Keputusan SDHD DKI Jakarta Nomor : KEP/I/2/SDHD-DKI/1995 telah menunjuk SDHD Banjar Jakarta Timur sebagai Pengempon Pura Widya Dharma Cibubur dan dapat menunjuk Tempek yang terdekat sebagai pelaksana kewajiban kelangsungan pembangunan dan menjaga kesucian Pura. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut diatas maka Ketua Banjar Jakarta Timur berdasarkan Berita Acara Serah Terima Pengempon Pura Widya Dharma Cibubur tertanggal 26 Februari 1995 telah melakukan serah terima tugas sebagai Pengempon Pura kepada Ketua Tempek Cibubur Kelapadua dan Sekitarnya.
Maka sejak tanggal 26 Februari 1995 Tempek Cibubur Kelapadua dan Sekitarnya kemudian mengempon 2 (dua) Pura yaitu Pura Prajapati Purna Pralina dan Pura Widya Dharma Cibubur; Dengan semakin bertambahnya jumlah umat Hindu yang ada di masing-masing Sub Tempek : Cibubur, Kelapadua, Munjul, Pondok Duta dan Ciracas maka pada 8 Juli tahun 1997 disepakati membentuk Banjar yaitu Banjar Purna Widya (penggabungan dari kata “Purna” pada nama Pura Prajapati Purna Pralina dan kata “Widya” pada nama Pura Widya Dharma). Untuk itu Sub Tempek yang ada ditingkatkan menjadi Tempek sehingga Banjar Purna Widya terdiri dari Tempek : Kelapadua, Cibubur, Munjul, Pondok Duta dan Ciracas.
Tujuan
Banjar Purna Widya bertujuan :
- Menghimpun umat Hindu dalam melaksanakan Kegiatan Keagamaan, Pengembangan Pendidikan Agama, Pengembangan Seni Budaya dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan;
- Membina, menjaga, memelihara dan memperkuat rasa kekeluargaan, persaudaraan, persatuan-kesatuan dan kerukunan serta keharmonisan;
- Membangun kesadaran beragama, bermasyarakat dan berbudaya melalui peningkatan kecerdasan intelektual, moral, dan spiritual;
- Mengembangkan kesetiakawanan sosial, gotong royong, dan tolong-menolong dalam keadaan suka maupun duka;
- Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta;
