Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the maharatri domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1561887/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Perayaan Galungan Generasi Muda “Gen-Z” Banjar Purna Widya – Banjar Purna Widya

Perayaan Galungan Generasi Muda “Gen-Z” Banjar Purna Widya

Depok – Bertempat di Pura Widya Dharma Cibubur, generasi muda Hindu Banjar Purna Widya yang sebagain besar merupakan siswa-siswi Pasraman Purna Widya melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler membuat banten yang dilaksanakan pada hari Minggu, 29 September 2024.

Galungan merupakan perayaan kemenangan kebaikan (Dharma) melawan kejahatan/sifat buruk (Adharma). Perayaan Galungan bagi umat Hindu (Bali) dirayakan dengan melaksanakan persembahyangan memuja Tuhan dengan mempersembahkan Banten atau bebantenan.

Banten identik dengan upakara dalam upacara Yadnya, secara etimologi berasal dari kata upa yang artinya dekat, dan kara yang bermakna tangan. Sehingga upakara atau banten dimaknai sebagai persembahan suci yang berasal dari buah pemikiran dan kreativitas tangan manusia. Dalam Bhagawadgita, IX.26 disebutkan bahwa “patram, puspham, phalam, toyam, yo me baktya prayachati, tad aham baktya upahrtam, asnami prayatat manah“. Artinya, siapapun yang mempersembahkan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, dan segelas air akan Aku terima sebagai persembahan dari hatimu yang tulus ihklas.

Namun manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang dianugerahi akal dan budhi memiliki kreativitas (jnana) berupa seni budaya yang perlu dikembangkan dan diasah secara terus menerus dan berkelanjutan. Banten merupakan bagian dari Yadnya sebagai media untuk membayar hutang yang disebut dengan Tri Rnam yakni tiga hutang yang terdiri dari Dewa Rnam, Pitra Rnam, dan Rsi Rnam. Kewajiban tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam setiap perayaan keagamaan termasuk pada hari Raya Galungan dan Kuningan.

Dalam lontar Yadnya Prakerti juga disebutkan makna banten, yaitu sahananning banten pinaka ragante twi, sahananning banten pinaka ananda bhuwana, sahannaning banten pinaka rupaning ida bhatara. Artinya bahwa bebantenan simbul diri kita, sehingga ada banten daksina, pejati dll. Bebantenan simbol alam semesta, ada gunung, danau, bulan, matahari, dan bintang. Bebantenan juga simbol Sang Hyang Widhi seperti pada Byakala simbul Dewa Brahma, Durmenggala simbul Dewa Wisnu, dan Prayascita simbul Dewa Siwa.

Dalam praktek kali ini, anak-anak siswa Pasraman Purna Widya diajarkan membuat banten dengan mempertimbangkan Iksa, Sakti, Desa, Kala dan Tatwa sebagaimana tertuang dalam Manawadharmasastra VII.10 yang merupakan tujuan dari upacara. Mereka melaksanakan praktek membuat banten sesuai tujuan (Iksa) dengan kemampuan (Sakti) mereka, dilaksanakan pada waktu (Kala) di hari baik dalam perayaan Galungan dan Kuningan, serta tetap mengacu pada Sastra (Tatwa).

Setelah Banten yang mereka buat secara bergotong royong selesai dikerjakan, selanjutnya banten tersebut dipersembahkan kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa yang melinggih di Pura Widya Dharma Cibubur sebagai wujud bhakti dan syukur dan terima kasih mereka kehadapan Sang Pencipta atas anugerah ketrampilan, telenta yang diterima. Semoga dengan praktek membuat banten dengan landasan tiga kerangka dasar agama Hindu, yaitu : Tatwa (filsafat), Etika(Susila) dan Upacara (ritual) yang mereka lakukan akan memperteguh komitmen mereka untuk tetap di jalan dharma dan menjadi manusia Hindu yang sesungguhnya, penganut Sanatana Dharma.

Dharma mengantarkan umat manusia untuk mendapatkan kebahagiaan lahir dan bathin, sedangkan Adharma mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan yang berujung pada malapetaka pada saatnya. (Santi Parwa 109.11)

Dharma Raksati Raksitah : “Barang siapa yang taat dan patuh akan ajaran Dharma, maka Dharma itu pulalah yang akan melindunginya”.

Selamat merayakan Galungan dan Kuningan.

Salam hormat,
I Nyoman Gde Agus Asrama
Ketua Banjar Purna Widya.

Post navigation