Wujud Toleransi dan Syukur: Banjar Purna Widya Meriahkan Upacara Adat Seren Taun 2026 di Cigugur

Kuningan – Dalam semangat merajut kebhinekaan dan melestarikan kearifan lokal, warga Banjar Purna Widya turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan akbar Upacara Adat Seren Taun yang diselenggarakan pada hari Minggu, 7 Juni 2026 sampai acara puncak pada hari Senin, 8 Juni 2026, bertempat di halaman Gedung Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Tahun ini, Upacara Adat Seren Taun mengusung tema agung “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa”. Acara sakral yang diselenggarakan oleh Komunitas AKUR (Adat Karuhun Urang) Sunda Wiwitan—komunitas penganut kepercayaan asli leluhur Sunda—ini bukan sekadar perayaan panen raya dan perayaan tahun baru Saka Sunda, melainkan wujud syukur masyarakat agraris kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan hasil bumi, sekaligus doa untuk masa depan yang lebih baik.

Peran Serta Warga Banjar Purna Widya

Memenuhi undangan kehormatan dari Komunitas AKUR Sunda, delegasi Banjar Purna Widya mengambil peran penting dengan mengisi ruang Pagelaran Seni Antar Iman, Doa Lintas Iman sehari menjelang puncak acara, dan penampilan Rejang pada puncak acara. Rombongan duta seni Banjar Purna Widya tampil memukau dengan melibatkan berbagai elemen warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu.

Penampilan ini diwakili oleh Sekeha Gong Ibu-ibu Banjar Purna Widya, Sekeha Gong Widya Sekar Bhakti. Alunan tabuh gamelan yang rancak dan harmonis ini berpadu dengan gemulai gerak para penari dari Sanggar Tari Widya Praja Kencana (Sanggar Tari Bali Banjar Purna Widya) serta Sekeha Rejang Ibu-ibu Banjar. Rangkaian tabuh dan tari yang dibawakan merupakan representasi dari rasa syukur atas anugerah Sang Pencipta, serta menjadi simbol hidup dan tumbuhnya tradisi seni budaya di lingkungan Banjar Purna Widya.

Komentar Ketua Banjar Purna Widya

Keterlibatan Banjar Purna Widya dalam upacara yang tradisinya telah mengakar sejak zaman Kerajaan Pajajaran ini membawa makna yang mendalam. Ketua Banjar Purna Widya, I Nyoman Gde Agus Asrama menyampaikan bahwa partisipasi ini adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai luhur organisasi dan ideologi bangsa.

“Kehadiran dan dukungan Banjar Purna Widya dalam acara Seren Taun ini merupakan implementasi dari visi, misi, dan tujuan Banjar dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Hindu. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata kita dalam pelestarian seni dan budaya, menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan, serta membangun hubungan harmonis dan kerja sama yang erat antara Banjar dengan organisasi atau lembaga lintas iman lainnya,” ujar Ketua Banjar Purna Widya.

Testimoni Komunitas AKUR Sunda Wiwitan

Kehadiran duta seni Banjar Purna Widya disambut dengan sangat hangat oleh tuan rumah. Pihak penyelenggara melihat partisipasi ini sebagai wujud nyata dari kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Dalam testimoninya, perwakilan dari Komunitas AKUR Sunda Wiwitan mengungkapkan apresiasi yang tinggi. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan persembahan seni dari saudara-saudara Banjar Purna Widya. Pagelaran Seni Antar Iman ini adalah wujud komitmen kita bersama dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat identitas bangsa. Kehadiran Banjar Purna Widya telah memberikan spirit yang luar biasa dalam membangun kegotongroyongan dan membuktikan indahnya kehidupan yang toleran di tengah masyarakat yang plural. Inilah warisan kearifan lokal yang sesungguhnya untuk generasi mendatang.”

Melalui kolaborasi budaya antar-iman ini, Banjar Purna Widya dan Komunitas AKUR Sunda Wiwitan telah memberikan teladan harmoni bahwa perbedaan keyakinan dan latar belakang budaya dapat disatukan dalam satu simpul yang sama: rasa syukur kepada Tuhan dan cinta pada budaya Nusantara.

Post navigation

Product added to cart